Anak-anak dan Suntikan : Cara menangani stress

Original Article:
http://www.mayoclinic.com/invoke.cfm?id=FL00079

 
Rata-rata bayi dan balita menerima sekitar 20 suntikan sampai usia 2 tahun, and anak-anak yang menderita alergi, asma atau diabetes memiliki pengalaman yang lebih tidak mengenakkan dengan dokter dan jarum suntik. Tidaklah mengherankan jika suntikan dan jarum suntik menjadi 2 hal yang paling ditakuti oleh anak-anak bila mereka harus bertemu dengan dokter.

Rasa takut terhadap suntikan yang dialami oleh anak-anak bisa menyebabkan meningkatnya rasa stress yang mereka alami pada saat mereka melihat jarum suntik. Sekali mereka mulai merasa takut, maka sulit sekali membuat mereka tenang pada saat jarum bertemu dengan kulit. Anda dapat mengantisipasi rasa stress yang dialami oleh anak anda dan mengambil langkah-langkah untuk menguranginya bahkan sebelum anda memasuki ruang dokter. Berikut adalah langkah-langkahnya.

Mengurangi trauma pada suntikan

Untuk menenangkan bayi yang akan mendapatkan suntikan:

• Tetap tenang dan PD. Meskipun bayi belum dapat bicara, mereka dapat merasakan cemas dan takut, terutama yang dirasakan oleh orang tua mereka. Rasa cemas anda memicu rasa takut dan tidak aman pada bayi anda. Bila anda merasa diri anda mulai merasa cemas, ambil napas panjang dan lemaskan otot-otot anda. Bila anda tidak bisa tenang, pertimbangkan untuk meminta kerabat atau keluarga untuk membawa anak anda ke dokter.

• Bawa benda kesayangan yang bisa menenangkan. Boneka binatang atau selimut favorit dapat menjadi pengalih perhatian selama proses penyuntikan dijalankan. Strategi lain yang juga popular adalah meniup balon dari sabun untuk mengalihkan perhatian bayi anda. Apabila bayi anda biasa menggunakan dot empeng atau minum dari botol, bisa ditawarkan pada saat penyuntikan.

• Peluk dan bicaralah pada anak anda selama proses penyuntikan. Tenangkan bayi anda dengan pelukan dan elusan selama penyuntikan. Bersenandung dengan pelan atau bisikkan kata-kata yang menenangkan. Suara anda juga dapat membuat bayi anda merasa aman.

Untuk mengurangi trauma suntikan pada anak-anak yang lebih besar:

• Jelaskan bagaimana suntikan tersebut dapat melindungi dirinya. Karena suntikan itu rasanya sakit, anak-anak sering kali menyimpulkan bahwa suntikan itu berbahaya. Yakinkan anak anda bahwa jarum suntik adalah satu-satunya cara agar obat-obat tertentu dapat masuk ke dalam tubuh untuk mencegah penyakit.

• Jujur dan katakan pada anak anda bahwa suntikan itu mungkin akan terasa sakit. Bandingkan rasa sakit itu dengan gigitan nyamuk, dan tekankan bawa rasa sakit itu akan berlangsung selama beberapa detik. Ada beberapa suntikan yang rasanya lebih sakit dari suntikan-suntikan yang lain. Akan tetapi biasanya dokter tidak akan mendiskusikannya dengan anak-anak karena mereka tidak akan mengerti perbedaannya – yang mereka tahu hanyalah pokoknya rasanya sakit.

• Berikan peringatan dini kepada anak anda. Jujurlah pada anak anda – anak-anak yang mengetahui bahwa mereka akan disuntik biasanya bisa menerima lebih baik daripada anak-anak yang tidak diberitahu sebelumnya. Tunggu sampai hari dimana anda mempunyai janji dengan dokter anda, untuk memberitahu soal suntikan tersebut. Bila anda mengangkat masalah ini beberapa hari sebelumnya, anak anda bisa-bisa menjadi terlalu khawatir. Anda juga boleh menunda pemberitahuan tersebut sampai sesaat sebelum anda tiba di tempat praktek dokter. Jujurlah mengenai hal tersebut, katakana saja, “Hari ini kamu akan disuntik.” Apabila anak anda menjadi cemas, tenang dan sabarlah.

• Yakinkan anak anda bahwa dia akan baik-baik saja. Tempat praktek medis, terutama yang berada di dalam rumah sakit, biasanya terasa menakutkan bagi anak-anak. Yakinkan anak anda bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan dan bahwa anda akan ada disamping mereka sepanjang prosedur tersebut dijalankan. Selain itu, ingatkan mereka bahwa tugas utama dokter dan suster adalah untuk membantu anak-anak untuk tetap sehat.

• Ajarkan anak anda untuk konsentrasi pada hal-hal yang lain selama penyuntikan. Di ruang tunggu dan ruang periksa dokter, penting sekali bagi anak anda untuk memikirkan hal-hal lain selain suntikan yang akan diterimanya. Membaca dengan suara keras, berbincang-bincang atau menonton video adalah pengalih perhatian yang baik di ruang tunggu. Tepat pada saat sebelum dia disuntik, minta agar anak anda bersiul atau meniup. Cara lain untuk mengalihkan perhatiannya adalah dengan memintanya untuk berhitung dengan suara keras pada saat disuntik – anda bisa mengatakan “Pada saat kamu sampai di hitungan ke lima, kamu pasti sudah selesai disuntik.” Anda dapat juga meminta anak anda untuk menggenggam tangan anda sebagai ganti dari menangis atau berteriak.

• Tetap tenang sepanjang waktu. Jangan biarkan anak anda membujuk anda untuk menunda penyuntikan. Dan, jelaskan bahwa boleh menangis bila disuntik, tapi jangan teriak-teriak dan menendang-nendang.

• Berikan pujian sesudahnya. Katakan pada anak anda – “Kamu memang pintar.’ Anda juga boleh memberikan sesuatu yang istimewa pada anak andan sebagai imbalan atas perilaku yang baik di ruang dokter.

Anda perlu bicara dengan anak anda setelah ia disuntik, terutama bila pada awalnya ia merasa stress akan disuntik. Bila anak anda sungguh-sungguh melawan saat akan disuntik, tanyakan padanya, “ Apakah rasanya sama sakitnya dengan yang kamu bayangkan?” Biasanya, anak anda akan menjawab dengan kata tidak. Anda bisa mengingatkan anak anda tentang hal itu bila akan membawa mereka untuk disuntik lagi pada saat berikutnya.

Penting untuk diingat bahwa kunjungan untuk vaksinasi yang diingat oleh anak-anak biasanya adalah vaksin saat pra-TK. Hal ini terjadi karena ingatan akan suatu kejadian biasanya dimulai pada usia 3 tahun. Anak-anak dengan usia yang lebih muda, antara 9 sampai 24 bulan, biasanya lebih cenderung merasa cemas karena ada orang dewasa yang tidak dikenal di ruang pemeriksaan ketimbang suntikan itu sendiri.

Efek samping yang biasa terjadi pada suntikan

Beberapa suntikan tertentu, terutama imunisasi, menyebakan terjadinya efek samping yang sifatnya ringan dan temporer, seperti demam atau lengan yang sakit. Untuk mengurangi efek ini, anda dapat memberikan acetaminophen (Tylenol, dsb) pada anak anda sebelum atau sesudah disuntik. Ikuti instruksi yang terdapat pada label untuk mendapatkan dosis yang tepat. Anda juga dapat mengusapkan es batu pada bagian yang disuntik untuk mengurangi bengkak dan merah. Apabila anda khawatir anak anda mengalami reaksi serius terhadap suatu suntikan imunisasi, hubungi dokter anda secepatnya atau cari bantuan darurat.

By Mayo Clinic staff

FL00079

April 01, 2004

Menactra
Vaksin demam tifoid
10 things you need to know about immunization
Vaksin MMR menyebabkan autisme ?
http://www.sehatgroup.web.id
Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider.

2 comments so far

  1. andy pratomo on

    cara menghilangkan rasa takut terhadap suntikan adalah dengan cara menyediakan alat suntik tanpa rasa sakit……tidak menggunakan jarum, bahkan terasa pun tidak…….penasaran???? khusus untuk kalangan dokter dan dunia kesehatan

    telah hadir di indonesia…alat suntik tanpa jarum tanpa rasa sakit, mengurangi semua efek setelak injeksi baik fisik maupun psikis.

    untuk info lengkap hubungi 08129777917 ….dijamin well bgt

  2. affan mushoffi on

    suntik = injector deh


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: