Arsip untuk Agustus, 2007|Halaman arsip bulanan
SECRETS OF LOCK PICKING By Steven Hampton
(don’t let the date fool you. This is good stuff)
brought to you by
Dr. Bloodmoney
Well, I’m bringing you this file because I have a scanner and an
OCR package and I like to pick locks. This file is a complete transcription
of the book, Secrets of Lock Picking by Steven Hampton, minus the chapter
on warded locks (These locks are cheap. Use a hammer and a screwdriver).
Before getting on to the subject, I would just like to use this opportunity
to say that you can not just read this file and know how to pick locks. It
does take practice. The good news is that by practicing you will learn how
to open locks. And fast, too. I have heard many people say “It’s not like
the movies…it takes time to pick a lock.” Well, sometimes thats true, but
I have picked a Sargeant six-pin, high-security tumbler lock in three seconds.
And other similar locks in the the same time frame as well. So I know that
it can be done. But don’t worry. Practicing is not boring. There is a
certain thrill present when you pick a lock for the very first time.
Imagine the sensation of knowing that you can get into almost anywhere you
want. Believe me when I tell you that it is very cool.
Download .zip
Hubungan Shalat Subuh & ash shalatu khairun minan naum dengan Kesehatan
Ragam Berita & Artikel
Pusat Jantung Nasional Harapan Kita
Dr. dr. Barita Sitompul SpJP
Setiap pagi kalau kita tinggal didekat mesjid maka akan terbangun mendengar adzan subuh, yang menyuruh kita untuk melaksanakan shalat subuh. Bagi mereka yang beriman segera saja melemparkan selimut dan segera wudhu dan shalat baik di rumah masing-masing atau ke mushalla atau masjid terdekat dengan berjalan kaki.
Mungkin menjadi pertanyaan mengapa Tuhan memerintahkan kita bangun pagi dan shalat subuh? Berbagai jawaban dari semua disiplin ilmu tentunya akan banyak dijumpai dan membedah serta memberikan jawaban akan manfaat shalat subuh itu. Dibawah akan diulas sedikit mengani manfaat shalat subuh, instruksi Allah sejak 1400 tahun yang lalu.
Dalam adzan subuh juga akan terdengar kalimat lain dibandingkan dengan kalimat-kalimat yang dikumandangkan muazin untuk waktu-waktu shalat selanjutnya. Kalimat yang terdengar berbeda dan tidak ada pada azan di lain waktu adalah “ash shalatu khairun minan naum”.
Arti kalimat itu adalah shalat itu lebih baik dari pada tidur. Pernahkah kita mencoba sedikit saja menghayati kalimat ”ash shalatu khairun minan naum”?
Mengapa kalimat itu justru dikumandangkan hanya pada shalat subuh, tatkala kita semua sedang terlelap, dan bukan pada adzan untuk shalat lain.
Sangat mudah bagi kita semua mengatakan bahwa shalat subuh memang baik karena menuruti perintah Allah SWT, Tuhan semesta Alam, Apapun perintahnya pasti bermanfaat bagi kehidupan manusia. Tetapi disisi mana manfaat itu? Apa supaya waktu banyak untuk mencari rezeki, tidak ketinggalan kereta atau bus karena macet? Pada waktu dulukan belum ada desak-desakan seperti sekarang semua masih lancar, untuk itu tinjauan dari sisi kesehatan kardiovaskular masih menarik untuk dicermati.
Untuk tidak berpanjang kata, maka dikemukakan data bahwa shalat subuh bermanfaat karena dapat mengurangi kecenderungan terjadinya gangguan kardiovaskular.
Pada studi MILIS, studi GISSI 2 dan studi-studi lain di luar negeri, yang dipercaya sebagai suatu penelitian yang shahih maka dikatakan puncak terjadinya serangan jantung sebagian besar dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 12 siang. Mengapa demikian? Karena pada saat itu sudah terjadi perubahan pada sistem tubuh dimana terjadi kenaikan tegangan saraf simpatis (istilah Cina:Yang) dan penurunan tegangan saraf parasimpatis (YIN). Tegangan simpatis yang meningkat akan menyebabkan kita siap tempur, tekanan darah akan meningkat, denyutan jantung lebih kuat dan sebagainya.
Pada tegangan saraf simpatis yang meningkat maka terjadi penurunan tekanan darah, denyut jantung kurang kuat dan ritmenya melambat. Terjadi peningkatan aliran darah ke perut untuk menggiling makanan dan berkurangnya aliran darah ke otak sehingga kita merasa mengantuk, pokoknya yang cenderung kepada keadaan istirahat.
Pada pergantian waktu pagi buta (mulai pukul 3 dinihari) sampai siang itulah secara diam-diam tekanan darah berangsur naik, terjadi peningkatan adrenalin yang berefek meningkatkan tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah (efek vasokontriksi) dan meningkatkan sifat agregasi trombosit (sifat saling menempel satu sma lain pada sel trombosit agar darah membeku) walaupun kita tertidur. Aneh bukan? Hal ini terjadi pada semua manusia, setiap hari termasuk anda dan saya maupun bayi anda. Hal seperti ini disebut sebagai ritme Circardian/Ritme sehari-hari, yang secara kodrati diberikan Tuhan kepada manusia. Kenapa begitu dan apa keuntungannya Tuhan yang berkuasa menerangkannya saat ini.
Namun apa kaitannya keterangan di atas dengan kalimat ”ash shalatu khairun minan naum”? Shalat subuh lebih baik dari tidur?
Secara tidak langsung hal ini dapat dirunut melalui penelitian Furgot dan Zawadsky yang pada tahun 1980 dalam penelitiannya mengeluarkan sekelompok sel dinding arteri sebelah dalam pada pembuluh darah yang sedang diseledikinya (dikerok).
Pembuluh darah yang normal yang tidak dibuang sel-sel yang melapisi dinding bagian dalamnya akan melebar bila ditetesi suatu zat kimia yaitu: Asetilkolin. Pada penelitian ini terjadi keanehan, dengan dikeluarkannya sel-sel dari dinding sebelah dalam pembuluh darah itu, maka pembuluh tadi tidak melebar kalau ditetesi asetilkolin.
Penemuan ini tentu saja menimbulkan kegemparan dalam dunia kedokteran.
“Jadi itu toh yang menentukan melebar atau menyempitnya pembuluh darah, sesuatu penemuan baru yang sudah sekian lama, sekian puluh tahun diteliti tapi tidak ketemu”.
Penelitian itu segera diikuti penelitian yang lain diseluruh dunia untuk mengetahui zat apa yang ada didalam sel bagian dalam pembuluh darah yang mampu mengembangkan/melebarkan pembuluh itu. Dari sekian ribu penelitian maka zat tadi ditemukan oleh Ignarro serta Murad dan disebut NO/Nitrik Oksida.
Ketiga penelitian itu Furchgott dan Ignarro serta Murad mendapat hadiah NOBEL tahun 1998.
Zat NO selalu diproduksi, dalam keadaan istirahat tidur pun selalu diproduksi, namun produksi dapat ditingkatkan oleh obat golongan Nifedipin dan nitrat dan lain-lain tetapi juga dapat ditingkatkan dengan bergerak, dengan olahraga.
Efek Nitrik oksida yang lain adalah mencegah kecenderungan membekunya darah dengan cara mengurangi sifat agregasi/sifat menempel satu sama lain dari trombosit pada darah kita.
Jadi kalau kita kita bangun tidur pada pagi buta dan bergerak, tatkala tamu yang tidak kita inginkan selalu saja sowan pada setiap pagi gelap, maka hal itu akan memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan kardiovaskular. Naiknya kadar NO dalam darah karena exercise yaitu wudhu dan shalat sunnah dan wajib, apalagi bila disertai berjalan ke mesjid merupakan proteksi bagi pencegahan kejadian kardiovaskular.
Selain itu patut dicatat bahwa pada posisi rukuk dan sujud terjadi proses mengejan, posisi ini meningkatkan tonus parasimpatis (yang melawan efek tonus simpatis). Dengan exercise tubuh memproduksi NO untuk melawan peningkatan kadar zat adrenalin di atas yang berefek menyempitkan pembuluh darah dan membuat sel trombosit darah kita jadi bertambah liar dan inginnya rangkulan terus.
Demikianlah kekuasaan Allah, ciptaannya selalu dalam berpasang-pasangan, siang-malam, panas-dingin, dan NO-Kontra anti NO.
Allah, sudah sejak awal Islam datang menyerukan shalat subuh. Hanya saja Allah tidak secara jelas menyatakan manfaat akan hal ini karena tingkat ilmu pengetahuan manusia belum sampai dan masih harus mencarinya sendiri walaupun harus melalui rentang waktu ribuan tahun. Petunjuk bagi kemaslahatan umat adalah tanda kasihNya pada hambaNya. Bukti manfaat instruksi Allah baru datang 1400 tahun kemudian. Allahu Akbar.
Mudah-mudahan sejak saat itu saya ndablek lagi akan perintahNya dan selalu shalat subuh didahului dengan shalat sunnah dan kalau dapat jalan ke mesjid, tapi jujur saja, terus terang saya hanya bias omong doang, karena ogah jalan ke masjid, tetapi anehnya olahraga jalan kaki saya mau. Gimana dengan anda, apa sama dengan saya?
Juga saya mohon anda jangan jadi terlalu bersemangat, karena ingin sehat sehingga shalat subuhnya jadi 3 atau 4 rakaat. Itu tidak ada dalam petunjuk shalat. Selamat shalat subuh dengan penuh rasa syukur pada Allah akan karunia ini. Amien.
Murad Wilfried Hofmann
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia
Murad Wilfried Hofmann terlahir pada 6 Juli 1931, dengan nama Wilfred Hoffman, dari sebuah keluarga Katholik, di Jerman. Pendidikan Universitasnya dilalui di Union College, New York. Pada tahun 1957 ia meraih gelar gelar Doktor dalam bidang Undang-undang Jerman, dari Universitas Munich. Dan pada tahun 1960, ia meraih gelar magister dari Universitas Harvard dalam bidang Undang-undang Amerika. Ia kemudian bekerja di kementerian luar negeri Jerman, semenjak tahun 1961 hingga tahun 1994. Ia terutama bertugas dalam masalah pertahanan nuklir. Ia pernah menjadi direktur penerangan NATO di Brussel, Duta Besar Jerman di Aljazair dan terakhir Duta Besar Jerman di Maroko, hingga tahun 1994. Kini bersama isterinya, seorang muslimah asal Turki, ia menikmati masa-masa pensiun di Istambul. Sambil berpikir dan mengarang buku.
Pengalamannya sebagai duta besar dan tamu beberapa negara Islam mendorongnya untuk mempelajari Islam, terutama Al Quran. Dengan tekun ia mempelajari Islam dan belajar memperaktekkan ibadah-ibadahnya. Pada tanggal 11 September 1980, di Bonn, setelah lama ia rasakan pergolakan pemikiran dalam dirinya yang makin mendekatkan dirinya kepada keimanan, dengan terharu ia mengungkapkan dalam memoarsnya (edisi bahasa Indonesia: Pergolakan Pemikiran): “Aku harus menjadi seorang Muslim!” Maka pada tanggal 25 September 1980, di Islamic Center Colonia, ia dengan pasti mengucapkan dua kalimat syahadat.
Ia memilih nama baru nama baru bagi dirinya: “Murad”. Muhammad Asad, seorang Muslim Austria, yang sebelumnya bernama Leopold Weist, dalam pengantarnya terhadap memoar Murad Hoffman, yang telah diterbitkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Pergolakan Pemikiran, lebih jauh menjelaskan makna filosofis nama tersebut: “Murad artinya ‘yang dicari’, dan pengertiannya yang lebih luas adalah ‘tujuan’, yaitu tujuan tertinggi hidup Willfred Hoffman.”
Murad Hoffman telah menulis beberapa buku tentang Islam. Pada tahun 1985 ia menulis memoarnya, yang diterbitkan pada bahasa Inggris pada tahun 1987, dalam bahasa Perancis pada tahun 1990, dalam bahasa Arab pada tahun 1993, dan bahasa Indonesia pada tahun 1998 (dengan judul Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman).
Bukunya yang menggegerkan; Der Islam als Alternative, juga telah diterbitkan dalam edisi bahasa Inggris dan bahasa Arab, pada tahun 1993. Annie Marie Schimmel dengan hangat memberikan kata pengantar dalam buku tersebut, dan dengan antusias menutup pengantarnya itu sambil menyitir Goethe: “Jika Islam berarti ketundukan dengan penuh ketulusan, maka atas dasar Islamlah selayaknya kita hidup dan mati!” Memang, menurut pengamatan Murad Moffman, sebentar lagi Schimmel akan terus terang memeluk Islam.
Dalam buku Trend Islam 2000, Murad Hoffman mencoba menatap potensi futuristik peradaban Islam. Dengan tujuh bagian kajian, ia memulai dengan melihat tiga sikap kaum Muslimin terhadap masa depan mereka.
Pertama: kelompok yang pesimis, yang melihat bahwa perjalanan sejarah pada dasarnya selalu menurun.
Kedua: kelompok yang melihat sejarah umat Islam seperti gelombang yang terdiri dari gerakan naik turun. Dan
Ketiga: kelompok yang amat optimis, yang melihat bahwa sejarah Islam terus menuju kemajuannya.
Ketiga kelompok tersebut, masing-masinng mempunyai sandarannya dari teks agama Islam.
Hoffman mengajak kita untuk bersikap optimis, menatap mentari esok dengan semangat dan usaha. Maka ia mulai mencari faktor-faktor yang mendorong optimisme tersebut, kemudian dibandingkan dengan situasi agama Kristen dan Yahudi, sambil membaca hubungan Islam dan Barat. Kemudian ia kembali bertanya, apakah mungkin membangkitkan Islam kembali? Untuk menjawab itu, ia mengajukan skala prioritas pembaruan yang harus dilaksakanakan sebagai prasyarat kebangkitan itu, yaitu: perbaikan mutu pendidikan dan teknologi, melepaskan belenggu kaum perempuan, perbaikan dalam hak-hak asasi manusia, merumuskan teori negara dan ekonomi, memberikan sikap tegas terhadap sihir dan khurafat, dan memperbaiki sarana transportasi dan komunikasi di dunia Islam. Sambil dengan tegas membedakan antara: Islam sebagai agama dan sebagai peradaban, sunnah yang sahih dan yang tidak, syari’ah dan pemahaman fuqaha (fiqh), serta al Quran dan as Sunnah. Ia terutama memberikan prioritas pada perbaikan pendidikan dan kemampuan teknologi. Karena masa depan kita, ia menambahkan, diciptakan dari dua bidang ini.
Namun setelah menyaksikan kondisi negara-negara Islam atau negara yang berpenduduk mayoritas Muslim, ia tampak kecewa, karena mendapati mereka ternyata masih jauh dari kesiapan untuk melakukan perbaikan-perbaikan itu. Hal itulah, barangkali yang menyebabkan ia menulis dalam pengantar buku Trend Islam 2000: “Jika aku telah berhasil mengemukakan sesuatu, maka sesuatu itu adalah suatu realitas yang pedih!”
“Dengan kondisi negara-negara Islam seperti itu”, tambahnya pada penutup buku Trend Islam 2000, “kita justru menjumpai kesuburan dan vividitas peradaban yang diperlukan untuk membangkitkan Islam telah berpindah dari pusat-pusat tradisional ke tempat-tempat seperti Los Angeles, Washington, Leichter, Oxford, atau Colon dan Paris. Oleh karena itu, tidak aneh jika nanti gerakan kebangkitan dan pembaruan Islam justru dipimpin oleh pemikir-pemikir Islam dari negara-negara non-Muslim!”
Saat ini Murad Hoffman sudah aktif ikut dalam konferensi-konferensi Islam Internasional yang diadakan oleh organisasi-organisasi Islam. Jadi sudah dikelompokkan sebagai tokoh Islam Internasional. Dan setahun lepas, ia mendapatkan bintang penghargaan dari pemerintah Mesir atas jasa-jasanya dalam pemikiran Islam.
Yang menarik dari Murad Hoffman adalah, ketika ia sedang menjadi duta besar Jerman di Maroko, pada tahun 1992, ia mempublikasikan bukunya yang menggegerkan masyarakat Jerman: Der Islam als Alternative (Islam sebagai Alternatif). Dalam buku tersebut, ia tidak saja menjelaskan bahwa Islam adalah alternatif yang paling baik bagi peradaban Barat yang sudah kropos dan kehilangan justifikasinya, namun ia secara eksplisit mengatakan bahwa alternatif Islam bagi masyarakat Barat adalah suatu keniscayaan.
Seperti ia ungkapkan dalam prakata bukunya tersebut: “Islam tidak menawarkan dirinya sebagai alternatif yang lain bagi masyarakat Barat pasca industri. Karena memang hanya Islamlah satu-satunya alternatif itu!” Oleh karena itu, tidak aneh ketika buku itu belum terbit saja telah menggegerkan masyarakat Jerman. Mulanya adalah wawancara televisi saluran I dengan Murad Hoffman; dan dalam wawancara tersebut, Hoffman bercerita tentang bukunya yang –ketika itu– sebentar lagi akan terbit itu.
Saat wawancara tersebut disiarkan, seketika gemparlah seluruh media massa dan masyarakat Jerman. Dan serentak mereka mencerca dan menggugat Hoffman, hingga sebelum mereka membaca buku tersebut. Hal ini tidak hanya dilakukan oleh media massa murahan yang kecil, namun juga oleh media massa yang besar semacam Der Spigel. Malah pada kesempatan yang lain, televisi Jerman men-shooting Murad Hoffman saat ia sedang melaksanakan shalat di atas sejadahnya, di kantor Duta Besar Jerman di Maroko, sambil dikomentari oleh sang reporter: “Apakah logis jika Jerman berubah menjadi Negara Islam yang tunduk terhadap hukum Tuhan?”
DAMPAK MEDIS SHALAT TAHAJJUD
Sholat Tahajjud ternyata tak hanya membuat seseorang yang melakukannya
mendapatkan tempat (maqam) terpuji di sisi Allah (Qs Al-Isra:79) tapi
juga sangat penting bagi dunia kedokteran. Menurut hasil penelitian
Mohammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya, salah satu shalat sunah itu bisa
membebaskan seseorang dari serangan infeksi dan penyakit kanker.
Tidak percaya?
Cobalah Anda rajin-rajin sholat tahajjud. “Jika anda melakukannya secara
rutin, benar, khusuk, dan ikhlas, niscaya Anda terbebas dari infeksi dan
kanker”. Ucap Sholeh. Ayah dua anak itu bukan
‘tukang obat’ jalanan. Dia melontarkan pernyataanya itu dalam
desertasinya yang berjudul ‘Pengaruh Sholat tahajjud terhadap
peningkatan Perubahan Response ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu
Pendekatan Psiko-neuro-imunologi”
Dengan desertasi itu, Sholeh berhasil meraih gelar doktor dalam bidang
ilmu kedokteran pada Program Pasca Sarjana Universitas Surabaya, yang
dipertahankannya Selasa pekan lalu. Selama ini, menurut Sholeh, tahajjud
dinilai hanya merupakan ibadah salat tambahan atau sholat sunah.
Padahal jika dilakukan secara kontinu, tepat gerakannya, khusuk dan
ikhlas, secara medis sholat itu menumbuhkan respons ketahanan tubuh
(imonologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan limfosit-nya yang
berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan
kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi (coping).
Sholat tahajjud yang dimaksudkan Sholeh bukan sekedar menggugurkan
status sholat yang muakkadah (Sunah mendekati wajib). Ia menitikberatkan
pada sisi rutinitas sholat, ketepatan gerakan, kekhusukan, dan
keikhlasan.
Selama ini, kata dia, ulama melihat masalah ikhlas ini sebagai persoalan
mental psikis. Namun sebetulnya soal ini dapat dibuktikan dengan
tekhnologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri,
dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol.
Parameternya, lanjut Sholeh, bisa diukur dengan kondisi tubuh. Pada
kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada pagi hari normalnya antara
38-690 nmol/liter. Sedang pada malam hari-atau setelah pukul 24:00
normalnya antara 69-345 nmol/liter. “Kalau jumlah hormon kortisolnya
normal, bisa diindikasikan orang itu tidak ikhlas karena tertekan.
Begitu sebaliknya. Ujarnya seraya menegaskan temuannya ini yang
membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama (Islam)
semata-mata dogma atau doktrin.
Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian terhadap 41
responden sisa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya.
Dari 41 siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan menjalankan sholat
tahajjud selama sebulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang
bertahan sholat tahjjud selama dua bulan. Sholat dimulai pukul
02-00-3:30 sebanyak 11* rakaat, masing masing dua rakaat empat kali
salam plus tiga rakaat. Selanjutnya, hormon kortisol mereka diukur di
tiga laboratorium di Surabaya (paramita, Prodia dan Klinika).
Hasilnya, ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin bertahajjud
secara ikhlas berbeda jauh dengan orang yang tidak melakukan tahajjud.
Mereka yang rajin dan ikhlas bertahajud memiliki ketahanan tubuh dan
kemampuan individual untuk menaggulangi masalah-masalah yang dihadapi
dengan stabil.
“Jadi sholat tahajjud selain bernilai ibadah, juga sekaligus sarat
dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi kontrol kognisi. Dengan
cara memperbaiki persepsi dan motivasi positif dan coping yang efectif,
emosi yang positif dapat menghindarkan seseorang dari stress,”
Nah, menurut Sholeh, orang stress itu biasanya rentan sekali terhadap
penyakit kanker dan infeksi. Dengan sholat tahajjud yang dilakukan
secara rutin dan disertai perasaan ikhlas serta tidak terpaksa,
seseorang akan memiliki respons imun yang baik, yang kemungkinan besar
akan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Dan, berdasarkan
hitungan tekhnik medis menunjukan, sholat tahajjud yang dilakukan
seperti itu membuat orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik.
Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui
semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugrah yang diberikan oleh ALLAH
kepadanya.
Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk diakal kita???????
Seorang Doktor di Amerika ( Dr. Fidelma) telah memeluk Islam karena beberapa keajaiban
yang di temuinya di dalam penyelidikannya. Ia amat kagum dengan penemuan tersebut sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran.
Dia adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam dia amat
yakin pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu ia telah membuka sebuah
klinik yang bernama “Pengobatan Melalui Al Qur’an” Kajian pengobatan
melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang
terdapat didalam Al-Quran. Di antara berpuasa, madu, biji hitam (Jadam)
dan sebagainya.
Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam maka Doktor
tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian saraf yang dilakukan, terdapat
beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh darah.
Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk
berfungsi secara yang lebih normal.
Setelah membuat kajian yang memakan waktu akhirnya dia menemukan bahwa
darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan
ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud.
Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini
artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar
sembahyang 5 waktu yang di wajibkan oleh Islam.
Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang siapa yang tidak
menunaikan sembahyang maka otak tidak dapat menerima darah yang
secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karena itu kejadian
manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam “sepenuhnya”
karena sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan
agamanya yang indah ini.
Kesimpulannya: Makhluk Allah yang bergelar manusia yang tidak
bersembahyang apalagi bukan yang beragama Islam walaupun akal mereka
berfungsi secara normal tetapi sebenarnya di dalam sesuatu keadaan
mereka akan hilang pertimbangan di dalam membuat keputusan secara
normal.
Justru itu tidak heranlah manusia ini kadang-kadang tidak segan-segan
untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya
walaupun akal mereka mengetahui perkara yang akan dilakukan tersebut
adalah tidak sesuai dengan kehendak mereka karena otak tidak bisa untuk
mempertimbangkan secara lebih normal. Maka tidak heranlah timbul
bermacam-macam gejala-gejala sosial masyarakat saat ini.
Tarawih 20 atau 8?
——————————————————————————–
Seorang kawan pernah dengar ceramah menyatakan bahawa sembahyang sunat terawih adalah 20 rakaat bukan 8, adakah kah ini benar.
Jawab
Menurut riwayat ahli hadits, Rasullullah bersembahyang tarawih sebanyak delapan rakaat bersama orang banyak di masjid pada malam ke 23, 25 dan 27. Setelah itu baginda tidak lagi berjamaah dalam tarawih. Ada sebagian riwayat pula mengatakan setelah mereka selesai sembahyang di masjid, mereka menyambungnya dirumah pula untuk menjadi 20 rakaat. Pada zaman Sayyidina Omar, beliau telah mengumpulkan jemaah yang bersembahyang sendiri2 di masjid untuk berjemaah dan mengerjakan 20 rakaat. Ketika itu tiada seorangpun sahabat yang membantah, maka di buat kesimpulan bahawa 20 rakaat itu tidak menjadi salah.
Jadikembali lagi kepada individu untuk memilih untuk mendirikannya sebanyak 8 atau 20 rakaat karena kedua-duanya dibolehkan. Dari segi logika akal memanglah 20 lebih baik, akan tetapi jika demi kesempurnaannya bolehlah 8 rakaat untuk dipertimbangkan. Ketidak-tepatan tajwid dalam sholat bisa mengakibatkan dosa.
——————————————————————————–
Sembahyang terawih tak sempat habis fatihah
——————————————————————————–
Saya ada satu persoalan mengenai sembahyang terawih, yaitu Setiap kali sembahyang terawih tidak sempat membaca alfatihah disebabkan imam terlalu cepat. Apakah sah sembahyang itu?
Jawapan
Sembahyang tersebut adalah sah dimana AlFatihah makmum ditanggung oleh imam. Ini hanya dipakai pada sembahyang sunat sahaja, jika sembahyang fardu, AlFatihah adalah menjadi wajib kepada makmum kecuali yang masbu’ (ketinggalan). Silakan cari rujukan tenttang Solat untuk keterangan lebih lanjut.
——————————————————————————–
Sembahyang Tahiyyatul Masjid
——————————————————————————–
Sebuah masjid didirikan untuk bersembahyang Jumaat. Apakah boleh kita melakukan sunat tahiyyatul masjid dan berniat iktikaf disana sedangkan status surau itu masih bukan masjid?
Jawab
Sembahyang sunat tahiyyatul masjid ialah sembahyang sunat untuk menghormati masjid. Jika dikaji, istilah masjid disini bermakna tempat sembahyang berjamaah. Secara mudah, anggaplah surau yang diberikan taraf masjid sementara itu tergolong dalam istilah masjid dan sunat berniat ikhtikaf dan sembahyang tahiyyatul masjid. Tidak menjadi dosa jika bersembahyang sunat tahiyyatul masjid di surau.
——————————————————————————–
Sholat Fardlu
Meninggalkan sembahyang fardhu dengan niat qodlo’
——————————————————————————–
Meninggalkan sembahyang fardhu adalah haram hukumnya. Bagaimanapun sembahyang yang ditinggalkan itu wajib diqodlo’. Apakah hukumnya seseorang yang meninggalkan sembahyang dengan niat akan mengqodlo’kannya?
Jawab
Haram meninggalkan sembahyang fardlu dengan sengaja.
——————————————————————————–
Tertidur sehingga lepas waktu sholat
——————————————————————————–
Sekiranya kita terlupa atau tertidur hingga terlepas menunaikan sholat isya’ bagaimana kita akan ganti sholat isya’?
Jawab
Sholat yang tertinggal (apapun waktu) hendaklah disegerakan menggantikannya. Ada pendapat ulama, sekiranya tertinggal karena terlupa atau tertidur maka sunnah untuk disegerakan sholat qodlo’ tersebut, manakala sekiranya sengaja ditinggal, maka wajib disegerakan qodlo’nya.
——————————————————————————–
Sewaktu sembahyang
——————————————————————————–
Semasa saya sedang sembahyangDluohur terdengar adzan menandakan masuknya waktu ‘Asar. Semasa itu, saya masih lagi didalam rakaat pertama. Adakah sembahyang Dluhur saya itu terbatal dan perlukah saya mengulanginya lagi?
Jawapan
Mengikut mazhab Syafie sholat itu dikira sah jika dapat lengkap satu rakaat didalam waktunya. Ini berdasarkan hadits riwayat Abu Hurairah yang bermaksud ” Barangsiapa mendapatkan satu rakaat dari sholat, berarti ia telah mendapatkan keseluruhan solat itu”. Maka jika sebelum sujud, sholat itu dikira belum lengkap satu rakaat.
——————————————————————————–
Posting Instan Blogspot-Multiply dan WordPress
Dengan memanfaatkan fasilitas Forwarding di Gmail n Import dari WordPress kita bisa melakukan posting tanpa harus berulang-ulang menulis untuk tulisan yang sama. Yahhhhh ni sebenernya karena akunya yang males nulis juga….
Yup kita mulai
Pertama buat Account email di Gmail dulu , klo udah, masuk ke Acuan Email, klo aku dah aku ganti pake bahasa Indonesia , trus Fitur penerusan email dan POP, kasih tanda pada Teruskan salinan surat masuk ke :
Isi dengan alamat email yang di kasih sama Blogger, contoh yyyy dot xxxx @ blogger dot com
yyyy maksudnya alamat email yang sudah terdaftar di Blogger
xxxx nya silahkan isi terserah yang penting hafal
Eh yang di Blogger juga harus d tata dulu ding… Pertama2 masuk Dashboardnya klo udah masuk sekarang ke Pengaturan -> Email. Isi Alamat BlogSend dengan alamat Email kamu sebagai alamat pengirim, trus isi juga Alamat Mail-ke-Blogger dengan isi terserah kayak tadi mau apa klo bisa cuman kita atau yang di kasih ijin buat nulis di blog kita aja yang tau aja, bisa2 nanti malah kena Spam Artikel (istilah sendiri nih…moga2 g njiplak), wueeeeeh bisa repot kang! Tapi g pa2 nnti masih bisa kita ganti2 kok terserah kita, klo udah jadi deh…setting untuk Blogger -Gmail-nya
Sekarang kita lanjutin yang di Multiply nya
Sign-in di Multiply, klo blm punya buat account dulu. Masuk ke settings klik My Email Alerts isi aja yang perlu yang mana, beres deh. Untuk penerusan di Gmail klo udah di sett nanti otomatis akan di Forward ke blog kamu.
Sekarang yang di WordPressnya.
Sign in, go to Dashboard di WordPress klik Kelola, nanti ada pilihan macam2, pilih Impor. Habis itu pilih Blogger, ya…..tinggal pilih sana isi itu parameter yang ada, klik Import, tinggal nunggu proses, beres dah…..
gampang kan???????????
ATLAS OF CREATION Volume II
![]()
FOSSIL RECORDS REFUTE EVOLUTION
INTRODUCTION
In schools just about everywhere in the world, the biology textbooks used to teach students set out a false story of life. What students read under the heading of “The Theory of Evolution” in fact consists of totally faulty mechanisms, false proofs, conjectural illustrations and drawings, wrongly interpreted fossils and a spurious history of living things.
This myth, the subject of textbooks and repeated countless times by instructors every week, is regarded as so factual that hardly anyone exposed to an education feels the slightest doubt as to the accuracy of evolution. Students all imagine that they have received an education that will serve them in good stead throughout life. Such people will probably be bewildered to learn that they have been taught a lie on such an exceedingly important subject—one that includes the very meaning of life—under a scientific guise.
The fact is, however, that a determined effort is being made to impose this lie on the public, and being carried out all over the world. It is an invented and designed lie, being taught in all schools. False proofs and erroneous stories regarding the history of life are manufactured in the most of the media. Experts on the subject, even some Nobel-Prize winning scientists, espouse a lie and advocate a deception. The “history of life” that instructors have taught for so many years is a false scenario—an alliance perpetrating across the world a coordinated deception whose name is evolution.
ATLAS OF CREATION
INTRODUCTION
Charles Darwin
Some 150 years ago, the British naturalist Charles Darwin proposed a theory based on various observations made during his travels, but which could not be supported by any subsequent scientific findings. In essence, his theory of evolution consisted of various scenarios, assumptions and conjectures that Darwin dreamed up in his own imagination.
According to his evolution scenario, inanimate substances came together by chance to give rise to the first living cell. No doubt this claim was highly inaccurate, and one that could not be corroborated by any scientific evidence or findings. Again according to that myth, this single-celled life form gradually—and again by chance—turned into the first living species of microbe—in other words, it evolved. According to the evolution error, all the life forms on Earth, from bacteria on up to human beings, emerged as the result of this same imaginary process.
Darwin’s claims were of course based on no scientific evidence or findings. But since the scientific understanding and technological means available at the time were at a fairly primitive level, the full extent of the ridiculous and unrealistic nature of his assertions did not emerge fully into the light of day. In such a climate, Darwin’s scenarios received general acceptance from a wide number of circles.
Tinggalkan sebuah Komentar
Tinggalkan sebuah Komentar
Tinggalkan sebuah Komentar